Dering telfon berbunyi menunjukkan ada yang sedang mengirim ku pesan elektronik yang biasanya anak-anak berkata Whatsup atau WA. Ternyata dari salah seorang teman kampus untuk mmbantunya membelikan Lauk pada temanku yang sedang nginap di Kosnya bernama Mur(nama disamarkan). dengan mata yang msih seperti habis di tonjok orang, krena baru bangun.Ku langkahkan kakiku untuk pergi ke kamar Mandi, akan tetapi ketika berada didalamnya ternyata airnya hanya sedikit dan kotor. Membuatku mengrungkan diri untuk mandi. Akhirnya aku hanya mencuci muka. Maklum lah, kos-kosan yangterpaut murah hanya 175 per bulan dengan ditempati dua orang tiap kamarnya, kemudian fasilitas yg cukup lah untuk menunjang kehidupan kami.
Setelah itu aku bergegas mengambil jaket hitam 3second kesayanganku, jilbab langsunganku dan mengganti pakaian bersih meskipun belum mandi.
Sesampainya diwarung Makan, ku membelikan pesanan lauk apa yang telah dipesankan yaitu ayam atau telur. Dan pada akhirnya aku memilih ayam sebagai menu kali ini untuk temanku. Dengan tambahan mie kuning, tahu dan juga tempe. Kemudian, aku bergegas ke Kos temanku, yang beralamatkan di Gg.IAIN atau baratnya Kampus UIN Sunan Ampel.
Datang dengan muka yang masih lebam, dan belum mandi. Membuat teman2 ku (Mur dan Muk) menertawai ku, apaalagi di tambah dengan alasanku yang tidak ada air. Dan pada akhirnya, aku memberanikan diri untuk ijin mandi di Kos temanku. Untung saja Mba Muk mau, kalau tidak aku akan pergi kerja dengan kondisi yang belum mandi. Setelah mandi, mereka lalu mengajakku makan bersama. Hingga waktu menunjukkan 08.29 am, aku bergegas untuk balik ke Kos, karena aku belum memperiapkan diri untuk berangkat kerja, dan kebetulan belum masak. Akan tetapi, sedikit terhambat. Karena kejahilan Mba Mur, menyembunyikan HP ku yang hampir 10 menit aku belum menemukan. Ketika kumenemukan, ternyata hp ku berada di tumpukan kaus kaki didalam tasnya.
"Murrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr"
Setelah kejahilannya itu, aku bergegas untuk pulang. Dan sesampainya di kos, aku buru-buru untuk masak lauk Sambal Goreng Tempe Tempura, dengan bahan sederhana yang kupunya dan seadanya. Kubuat seenak mungkin , meskipun aku tau itu tidak enak. Aku hanya masak, ketika teman sekamarku tidak ada/sedang pulang kerumahnya, karena aku tidak ingin dia merasakan masakan ku yang tidak enak.
Setelah itu, aku siap2 mengenakan hem biru, dengan jeans biru, dan jilbab abu2. Kemudian, bekal yang kali ini telah aku siapkan.Aku sudah merasa siap untuk pergi bekerja. Kali ini aku mengenakan Bemo, atau Angkutan Umum yang dijalur daerah ini, yaitu berwarna Kuning. Biasanya, aku mengenakan sepeda kayuhan ku, untuk mengirit ongkos. Akan tetapi kali ini tidak, karena aku membawa laptop dan kebetulan kurang enak badan. Sesampainya didepan salah satu Mall di Surabaya yaitu Royal Plaza, aku berlari-larian karena takur telat. Jam di HP ku, menunjukkan pukul 09.48 , meskipun aku tidak bsa masuk kecuali memakai Id Card melalui pintu belakang, akan tetapi aku menerobos untuk masuk untuk membuka stand lebih awal.
Tepat jam 10.00, Mall tersebut buka, dan para pengunjung mulai memasuki seluk-beluk tiap sudut Mall tersebut, dan diriku masih mengemas beberapa peralatan stand ku. Dan akupun sontak kaget, ketika melihat seseorang dari kejauhan seperti mirip salah seorang Wali Kelas ku ketika SMA di Kalimantan. Tapi asumsiku, bahwa itu tidak mungkin. Karena aku tau, guruku tersebut sangat sibuk dan kini menjadi salah satu Kepala Sekolah yang bertaraf Nasional di Indonesia yang ditempatkan di Kab.Paser. Akan tetapi, aku merasa aku tidak hanya berasumisi belaka, dan ingin ku buktikan kebenarannya. Hingga aku berlalri menuju orang tersebut dengan masih menggenggam sabuk jualanku. Dan benar beliau adalah Wali Kelasku. Betapa terkejutnya, beliau melihatku dan kemudian menyapa namaku, ternyata bapak tersebut masih ingat denganku. Bergegas mencium tangannya, dan mengharap berkah darinya . Sempat mengobrol bersama beliau dan teman-teman beliau. Beliau memperkenalkan diriku pada teman-temannya yang merupakan wali dari siswa yang dibawa oleh Wali Kelasku tersebut, ternyata kedatangan beliau di Surabaya karena mendampingi anak didiknya untuk lomba tingkat provinsi di salah satu Universitas di surabaya yaitu Universitas Negeri Surabaya. Betapa tersipu malunya aku (emang aku punya malu ?? :D) ketika beliau berkata, " ternyata anak ku masih hebat. Bisa kuliah dan bekerja, dengan IP yaang tidak turun ". Kebahagiaan itu terlihat dari wajahnya, dan kebetulan bapaknya masih ingat IPK ku saat semster 1. Pada saat itu, rasanya aku tidak ingin pergi kemana-mana. Hanya menemani wali kelasku bersama rombongannya, akan tetapi apalah daya karena aku adalah seorang pegawai yang harus tanggung jawab terhadap pekerjaan. Dan aku memberankikan diri untuk ijin pergi, karena toko ku belum dibenahi denga rapi. Ketika aku balik, aku kemudian bergegas untuk membenahinya dan pergi lagi mencari Wali Kelasku, dan aku tau tujuan beliau pasti Gramedia. Dan alhamdulillah, bisa lagi bertemu dan meminta sekali foto selvi bersama beliau. Tak lupa beliau berkata, " Terimakasih nak, atas silaturahminya kali ini. Lain kali bapak kalau kesini akan hubungin kamu. Siapa tau bisa diajak jalan-jalan. Jangan lupa titip salam sama Abahnya. Dan kirim poto barusan ke WA ". Tadi saat pertemuan pertama, bapaknya sempat meminta nomor Handphone . Dan kebetulan beliau sangat dekat dengan Bapak ku. Setelah selvie bersama akhirnya aku balik ke stand ku :) .
Betapa bahagianya hari ini, saat bisa bertemu orang seperti beliau. Beliau bernama Khairul Anam. Keramahan, dan kepiauan beliau dalam mengajar sangat di acungi jempol. Meskipun, beliau adalah wali kelas, ketika kelas 3. Tapi beliau, mempunyai anak-anak dari berbagai kelas lain yang menyayangi beliau. Hingga waktu kepindahan beliau ke MA Cendikiawan sebagai Kepala Sekolah di Paser, membuat sekolah ku kehilangan sosok bapak yang sangat ramah tamah, dan memliki kharismatik tersendiri.
Terimakasih pak atas pengajarannya,
Terimakasih atas didikannya selama 3 tahun.
Betapa bahagianya hari ini, sampai senyum-senyum sendiri. Hingga temanku berkata, ciee lagi jatuh cinta. Aku hanya mampu tertawa terhadap candaan teman-temanku.
Setelah itu aku bergegas mengambil jaket hitam 3second kesayanganku, jilbab langsunganku dan mengganti pakaian bersih meskipun belum mandi.
Sesampainya diwarung Makan, ku membelikan pesanan lauk apa yang telah dipesankan yaitu ayam atau telur. Dan pada akhirnya aku memilih ayam sebagai menu kali ini untuk temanku. Dengan tambahan mie kuning, tahu dan juga tempe. Kemudian, aku bergegas ke Kos temanku, yang beralamatkan di Gg.IAIN atau baratnya Kampus UIN Sunan Ampel.
Datang dengan muka yang masih lebam, dan belum mandi. Membuat teman2 ku (Mur dan Muk) menertawai ku, apaalagi di tambah dengan alasanku yang tidak ada air. Dan pada akhirnya, aku memberanikan diri untuk ijin mandi di Kos temanku. Untung saja Mba Muk mau, kalau tidak aku akan pergi kerja dengan kondisi yang belum mandi. Setelah mandi, mereka lalu mengajakku makan bersama. Hingga waktu menunjukkan 08.29 am, aku bergegas untuk balik ke Kos, karena aku belum memperiapkan diri untuk berangkat kerja, dan kebetulan belum masak. Akan tetapi, sedikit terhambat. Karena kejahilan Mba Mur, menyembunyikan HP ku yang hampir 10 menit aku belum menemukan. Ketika kumenemukan, ternyata hp ku berada di tumpukan kaus kaki didalam tasnya.
"Murrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr"
Setelah kejahilannya itu, aku bergegas untuk pulang. Dan sesampainya di kos, aku buru-buru untuk masak lauk Sambal Goreng Tempe Tempura, dengan bahan sederhana yang kupunya dan seadanya. Kubuat seenak mungkin , meskipun aku tau itu tidak enak. Aku hanya masak, ketika teman sekamarku tidak ada/sedang pulang kerumahnya, karena aku tidak ingin dia merasakan masakan ku yang tidak enak.
Setelah itu, aku siap2 mengenakan hem biru, dengan jeans biru, dan jilbab abu2. Kemudian, bekal yang kali ini telah aku siapkan.Aku sudah merasa siap untuk pergi bekerja. Kali ini aku mengenakan Bemo, atau Angkutan Umum yang dijalur daerah ini, yaitu berwarna Kuning. Biasanya, aku mengenakan sepeda kayuhan ku, untuk mengirit ongkos. Akan tetapi kali ini tidak, karena aku membawa laptop dan kebetulan kurang enak badan. Sesampainya didepan salah satu Mall di Surabaya yaitu Royal Plaza, aku berlari-larian karena takur telat. Jam di HP ku, menunjukkan pukul 09.48 , meskipun aku tidak bsa masuk kecuali memakai Id Card melalui pintu belakang, akan tetapi aku menerobos untuk masuk untuk membuka stand lebih awal.
Tepat jam 10.00, Mall tersebut buka, dan para pengunjung mulai memasuki seluk-beluk tiap sudut Mall tersebut, dan diriku masih mengemas beberapa peralatan stand ku. Dan akupun sontak kaget, ketika melihat seseorang dari kejauhan seperti mirip salah seorang Wali Kelas ku ketika SMA di Kalimantan. Tapi asumsiku, bahwa itu tidak mungkin. Karena aku tau, guruku tersebut sangat sibuk dan kini menjadi salah satu Kepala Sekolah yang bertaraf Nasional di Indonesia yang ditempatkan di Kab.Paser. Akan tetapi, aku merasa aku tidak hanya berasumisi belaka, dan ingin ku buktikan kebenarannya. Hingga aku berlalri menuju orang tersebut dengan masih menggenggam sabuk jualanku. Dan benar beliau adalah Wali Kelasku. Betapa terkejutnya, beliau melihatku dan kemudian menyapa namaku, ternyata bapak tersebut masih ingat denganku. Bergegas mencium tangannya, dan mengharap berkah darinya . Sempat mengobrol bersama beliau dan teman-teman beliau. Beliau memperkenalkan diriku pada teman-temannya yang merupakan wali dari siswa yang dibawa oleh Wali Kelasku tersebut, ternyata kedatangan beliau di Surabaya karena mendampingi anak didiknya untuk lomba tingkat provinsi di salah satu Universitas di surabaya yaitu Universitas Negeri Surabaya. Betapa tersipu malunya aku (emang aku punya malu ?? :D) ketika beliau berkata, " ternyata anak ku masih hebat. Bisa kuliah dan bekerja, dengan IP yaang tidak turun ". Kebahagiaan itu terlihat dari wajahnya, dan kebetulan bapaknya masih ingat IPK ku saat semster 1. Pada saat itu, rasanya aku tidak ingin pergi kemana-mana. Hanya menemani wali kelasku bersama rombongannya, akan tetapi apalah daya karena aku adalah seorang pegawai yang harus tanggung jawab terhadap pekerjaan. Dan aku memberankikan diri untuk ijin pergi, karena toko ku belum dibenahi denga rapi. Ketika aku balik, aku kemudian bergegas untuk membenahinya dan pergi lagi mencari Wali Kelasku, dan aku tau tujuan beliau pasti Gramedia. Dan alhamdulillah, bisa lagi bertemu dan meminta sekali foto selvi bersama beliau. Tak lupa beliau berkata, " Terimakasih nak, atas silaturahminya kali ini. Lain kali bapak kalau kesini akan hubungin kamu. Siapa tau bisa diajak jalan-jalan. Jangan lupa titip salam sama Abahnya. Dan kirim poto barusan ke WA ". Tadi saat pertemuan pertama, bapaknya sempat meminta nomor Handphone . Dan kebetulan beliau sangat dekat dengan Bapak ku. Setelah selvie bersama akhirnya aku balik ke stand ku :) .
Betapa bahagianya hari ini, saat bisa bertemu orang seperti beliau. Beliau bernama Khairul Anam. Keramahan, dan kepiauan beliau dalam mengajar sangat di acungi jempol. Meskipun, beliau adalah wali kelas, ketika kelas 3. Tapi beliau, mempunyai anak-anak dari berbagai kelas lain yang menyayangi beliau. Hingga waktu kepindahan beliau ke MA Cendikiawan sebagai Kepala Sekolah di Paser, membuat sekolah ku kehilangan sosok bapak yang sangat ramah tamah, dan memliki kharismatik tersendiri.
Terimakasih pak atas pengajarannya,
Terimakasih atas didikannya selama 3 tahun.
Betapa bahagianya hari ini, sampai senyum-senyum sendiri. Hingga temanku berkata, ciee lagi jatuh cinta. Aku hanya mampu tertawa terhadap candaan teman-temanku.