Sesampainya di rumah Nurul. Rasa nyesek mulai timbul, namun aku harus kuat. "Jangan nangis nun, kamu kuat. Kamu bisa jalani seprti ceriamu biasanys ", gumam dalam hati.
"Ayo nun masuk dulu, sarapan " suara yang berasal dari dalam rumah dengan nada tinggi.
"Iya bu", membalas sembari masuk kedalan rumah.
Betapa terkejutnya, tiba-tiba disuapin oleh ibunya Nurul. Bapakku pun nelihat dari luar karena pintunya tak ditutup dan kebetulan bapak menemani bapaknya Nurul dan tukang carter mobil.
Waktu mennjkn pukul 6 lebih sedikit. Koper dan tas telah dimasukkan dalam bagasi. Dan siap cussss. Disitulah saat mengharukan ku bersama bapak.
Bapak memelukku erat dan nenciyn pipi dan keningku dan berkaya, "Semangat yah cantik. Sholatnya dijaga. Yang rajin disana. Puasanya juga yak nak. Jangan sakit-sakitan yah ".
"Iya pak", dengan air mata yang terbendung mengitari kelopak mata dan berusaha menahannya jangan sampai tumpah.
Ibunya Nurul pun menangis bersama Nurul.
"Ayo, semuanya sudah siap" Tukang carternya mengajak segera pergi.
Kami bergegas masuk mobil dan selamat tinggal semuanya.
Aku melihat bapakku pamit dan mengikuti mobil yang aku naiki dan akhirnya aku menangis di dalam Mobil.
Nurul pun menenangkanku. Hingga aku tau motor bapakku telah ketinggalan jauh. Karena mobilnya melaju dengan pesat disaat embun masih menempel didedaunan yang sejuk.
Handphone ku berdering.
" 3 New Massage ". Tulisan di Hapeku ketika ada pesan masuk.
Yang pertama ku buka dari Dj. Ade kelasku yang kutau sangat menyayangiku. Sampai-sampai memberikan jaket kesayangannya padaku. Memberikan ku Hem.
" Kak Dj mau antar kakak Dj mau bolos sekolah. Mau antar kskak ke Bandara. " Pesan singkat yang ia tuliskan.
" Gsk usah dink ai. Ya allah anak ini. Jangan dek!! Nda usahh :( buat kakak majin sedih aja. Dj belajar yang rajin yah, nanti nyusul kakak ", balas ku dengan sedkit kaget, ketawa, bahagia. Betapa aku berartinya bagi dia
" Hati-hati di jalan dek. Selamat sampai tujuan, beberapa hari yang lalu saya ada lihat kamu dek," pesan singkat yang aku dapat dari seseorang yang aku kagumi sejak dulu . Namun aku menyembunyikan dari siapapun.
" Oh iya kak. Dimana ? Kok nda negur, ?," balasku dengan begitu riang.
"Ada dek didepan stain. Kamu pake scoopy. Saya sanpe mau nabrak orang karena lihat jamu," balasnya dengan cepat.
"Hihi .kakak bisa aja, kayak lihat apa aja lagi," balasku dengan nelihat hape dambil tertawa kecil (semoga kakaknya nda lihat tulisanku ini hahaha.cukup sms ini yang tak publikasikan wkwkw)
"Hati-hati yah nun. Sukses yah kedepannya. Jangan lupain aku yah," pesan dari Rudianto. Teman yang baru kukebal tapi bersamanya aku berasa nyaman (Longlast yah sama ceweknya sejarang)
Terakhir melihat sms. Akhitnya aju terlelap hingga sanpai di Bandara
Ambil gadget dan tak ketinggalan tongsis untuk aku dan Nurul selfie di Bandara.
Setelah itu kami check in dan pergi keruang tunggu .
Kemudian aku menelpon bapak untuk mengabarkan telah sampai di Bandara Balikpapan. Aku tau ibuku menangis ketika menelpon bapakku
" Pesawat dengan nomor peberbanhan JT 303 Lion Air akan segera berangkat . Penunpang diharap menamasuki pintu 3," suara pramugari di sounspeaket bandara Juanda Balikpapan.
"Tunggu anak mu,Pak,Bu. Banun akan mengangkat derajat keluarga kita dan membanggakan bapak, Ibu. Akan kutunjukan pada merek yang pernah mencelaku, aku mampu bangkit dab berkarya. Banun akan gantikan air mata itu dengan kebahagiaan kelak". Gumamku sambil nelihat awan putih nan bersih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar